KU RINDU KERAS
Oleh Testy Dwi D
Melihatmu dipelupuk mataku
berjalan mendekatiku
disini terpaku menatap dirimu penuh rindu
Aku sandarkan kepalaku dipundakmu
aku bicara padamu
tentang hari hari sepi yang lalu
Kekasihku
ku lihat kerasnya rindu didadaku
setelah 6 musim kusunting
berjalan sendiri
berhayalpun sendiri
Kadangkala aku kesal
dipermain-mainkan dirimu dalam goroan
kerinduan
kegundahan
kesah karna kau jauh
Selasa, 24 Maret 2015
Say.. I Miss You Oleh Murni Julia
SAY.. I MISS YOU
Oleh Murni Julia
Bila ada satu nama ku sebut
Nama itu adalah namamu...
Bila ada seseorang yang singgah di hatiku
Hanya ada seorang yaitu kamu...
Ketika aku mulai sayu bagai kembang layu
Ketika kesedihan datang menyapa diriku
Maka hanya satu yang ku mau
Yaitu senyuman darimu..
Kau datang hadirkan kasih sayang
Membawaku larut dalam sebuah angan
Bayang sosok yang cukup menawan
Dan itu adalah dirimu...
Andai aku bertemu denganmu
Ingin aku sampaikan sesuatu
Yaitu...
Say...I miss you
Oleh Murni Julia
Bila ada satu nama ku sebut
Nama itu adalah namamu...
Bila ada seseorang yang singgah di hatiku
Hanya ada seorang yaitu kamu...
Ketika aku mulai sayu bagai kembang layu
Ketika kesedihan datang menyapa diriku
Maka hanya satu yang ku mau
Yaitu senyuman darimu..
Kau datang hadirkan kasih sayang
Membawaku larut dalam sebuah angan
Bayang sosok yang cukup menawan
Dan itu adalah dirimu...
Andai aku bertemu denganmu
Ingin aku sampaikan sesuatu
Yaitu...
Say...I miss you
Aku, Kamu dan Kemenangan Kita Oleh Pebri Sudibyo
AKU, KAMU DAN KEMENANGAN KITA
Oleh Pebri Sudibyo
Dalam lamunan ku masih sendiri, Menepis sepi tenangkan hati,,,,
Membatin jauh hingga ke relung hati,,,,
Mengingatkan ku akan bayangmu kasih,,,,
Mengingatkan ku akan canda tawamu kasih,,,,
Ku tak tahu tentang rasa rindu ini,
Kian tumbuh menancap dalam hati,,,,
Membuatku semakin membatu,,,,
keras berbentuk tak menentu,,,
Diri ini seperti kehilangan kaki,,,,
Tak mau beranjak tak tahu arah kemana akan pergi,,,,
Tak tau kemana akan mencari,,,,
Hingga Terlintas bayang wajah indah dalam lamunan,,,,
Membuat Jiwa tenteram dan semakin tenang,,,,
Kepergian yang tak pernah ku harapkan,,,,
Berlalu saja tak elak terhindarkan,,,,
Menyisakan cinta dan rasa sayang kepadamu,,,,
Kepadamu yang telah meninggalkan ku,,,,
Aku tak tahu, aku tak mengerti,
Betapa kurang apa rasa cinta ini,,,,
Betapa kurang apa rasa sayang ini,,,
Kau Putuskan cinta dan tinggalkanku sendiri,,,,
Sendiri dan sendiri dalam sepi
Sejenak ku ingat masa lalu,,,,
Begitu indah kenangan manis di malam minggu,,,,
Ketika ku peluk erat tubuh mu,,,,
Kurasa damai dalam jiwa ku,,,,
Walau kini Ku harus mengerti bahwa itu tak akan bisa kembali,,,,
Walau Ku tahu itu selamanya telah pergi,,,,
Banyak tanya dalam fikiran ini,,,,
Dimana kah kau kini ,,,
Bersama siapa kau saat ini,,,
Kini Ku hanya bisa berdo'a...
Semoga engkau selalu bahagia,,,,
Walau berat kehilangan ku rasa,,
Dan Kini yang tersisa hanyalah,,,,
Aku, kamu, dan kenangan kita....
Oleh Pebri Sudibyo
Dalam lamunan ku masih sendiri, Menepis sepi tenangkan hati,,,,
Membatin jauh hingga ke relung hati,,,,
Mengingatkan ku akan bayangmu kasih,,,,
Mengingatkan ku akan canda tawamu kasih,,,,
Ku tak tahu tentang rasa rindu ini,
Kian tumbuh menancap dalam hati,,,,
Membuatku semakin membatu,,,,
keras berbentuk tak menentu,,,
Diri ini seperti kehilangan kaki,,,,
Tak mau beranjak tak tahu arah kemana akan pergi,,,,
Tak tau kemana akan mencari,,,,
Hingga Terlintas bayang wajah indah dalam lamunan,,,,
Membuat Jiwa tenteram dan semakin tenang,,,,
Kepergian yang tak pernah ku harapkan,,,,
Berlalu saja tak elak terhindarkan,,,,
Menyisakan cinta dan rasa sayang kepadamu,,,,
Kepadamu yang telah meninggalkan ku,,,,
Aku tak tahu, aku tak mengerti,
Betapa kurang apa rasa cinta ini,,,,
Betapa kurang apa rasa sayang ini,,,
Kau Putuskan cinta dan tinggalkanku sendiri,,,,
Sendiri dan sendiri dalam sepi
Sejenak ku ingat masa lalu,,,,
Begitu indah kenangan manis di malam minggu,,,,
Ketika ku peluk erat tubuh mu,,,,
Kurasa damai dalam jiwa ku,,,,
Walau kini Ku harus mengerti bahwa itu tak akan bisa kembali,,,,
Walau Ku tahu itu selamanya telah pergi,,,,
Banyak tanya dalam fikiran ini,,,,
Dimana kah kau kini ,,,
Bersama siapa kau saat ini,,,
Kini Ku hanya bisa berdo'a...
Semoga engkau selalu bahagia,,,,
Walau berat kehilangan ku rasa,,
Dan Kini yang tersisa hanyalah,,,,
Aku, kamu, dan kenangan kita....
Jumpai Aku Dalam Nyatamu Oleh Latifatun NurLaili
JUMPAI AKU DALAM NYATAMU
Oleh Latifatun NurLaili
Ingin rasa hati ini menangis..
Sesak mengungkap bahwa rindu ini semakin mengikisku...
seakan ingin menghabisiku...
aku parau dengan suara panggilan nan merdu itu..
Menghempasku tiada berujung kala kumulai dekati sumber rinduku..
Aku rinduinya,
dirinya yang tak pernah kujumpa..
dirinya yang kini hanya ada dalam batas mimpi saja..
Kapankah kau nyata??
Kapan????
Aku terlalu .
Aku keterlaluan..
Sejatinyapun aku berharap kaulah satuku..
Kaulah selamanya bagiku......
Ambil harapan tanam dalam kini tuang di masa depan...
semoga aku bagianmu..
Oleh Latifatun NurLaili
Ingin rasa hati ini menangis..
Sesak mengungkap bahwa rindu ini semakin mengikisku...
seakan ingin menghabisiku...
aku parau dengan suara panggilan nan merdu itu..
Menghempasku tiada berujung kala kumulai dekati sumber rinduku..
Aku rinduinya,
dirinya yang tak pernah kujumpa..
dirinya yang kini hanya ada dalam batas mimpi saja..
Kapankah kau nyata??
Kapan????
Aku terlalu .
Aku keterlaluan..
Sejatinyapun aku berharap kaulah satuku..
Kaulah selamanya bagiku......
Ambil harapan tanam dalam kini tuang di masa depan...
semoga aku bagianmu..
Ayah Oleh Veronica .T.
AYAH
Oleh Veronica .T.
Ayah...
Kau selalu memanjakan ku
Kau selalu menuruti kemauan ku
Ayah, aku meridukan mu
Aku merindukan pelukkan hangat yang kau berikan ,
Ayah ...
Aku menyesal karna telah melawan mu ..
Aku menyesal karna membantah perintah mu
Ayah seandainya engkau bsa bangkit dari tidur mu
Aku ingin sekali mengucapkan
4 kata 14 huruf , yaitu
"Maaf Kan Aku Ayah "
Oleh Veronica .T.
Ayah...
Kau selalu memanjakan ku
Kau selalu menuruti kemauan ku
Ayah, aku meridukan mu
Aku merindukan pelukkan hangat yang kau berikan ,
Ayah ...
Aku menyesal karna telah melawan mu ..
Aku menyesal karna membantah perintah mu
Ayah seandainya engkau bsa bangkit dari tidur mu
Aku ingin sekali mengucapkan
4 kata 14 huruf , yaitu
"Maaf Kan Aku Ayah "
Rindu Yang Tertinggal Oleh Nandar Dinata
RINDU YANG TERTINGGAL
Oleh Nandar Dinata
Pada rindu yang tertinggal
Ada rasa gundah yang berlalu lalang
Menyusuri muara akan gelisah jiwa
Rasa yang sempat terpenuhi
Meski hanya sekejap saja
Pun meski hanya sementara
Kemudian menghilang dalam kejap bayang
Bersama langkah terakhir darimu dari ujung sudut pandang
***
Pada rindu yang tertinggal
Terbuaiku dalam perih rasa, yang harusnya tertanggal
Tak lelahku coba nikmati setiap hela nafas ini
Dalam setiap gulir waktu harus terlewati
Dalam setiap jengkal langkah yang harus tertapaki
Tanpamu, Tanpa aroma tubuhmu disini
Di ruang persinggahan rindu
Yang baru sebentar saja kau singgahi
Lalu pergi lagi…. dan belum sempat kembali…
***
Pada rindu yang tertinggal
Tautan rasa dalam jiwa tak pernah letih mengeja
Setiap perpaduan rindu yang bertalian mesra
Meski pedih tak pernah lelah menyerta
Pun tak pernah luput, perih yang bersanding rindu
Namun, rindu tiada jemu, selalu hadir manis merayu
Menawarkan berjuta senyum bahagia
Dalam balutan prahara pun dahaga jiwa
***
Pada rindu yang tertinggal
Kiranya indah rasa tak pernah pudar
Hingga kita kembali bersua
Diruang singgah rindu kita dalam relung jiwa
Oleh Nandar Dinata
Pada rindu yang tertinggal
Ada rasa gundah yang berlalu lalang
Menyusuri muara akan gelisah jiwa
Rasa yang sempat terpenuhi
Meski hanya sekejap saja
Pun meski hanya sementara
Kemudian menghilang dalam kejap bayang
Bersama langkah terakhir darimu dari ujung sudut pandang
***
Pada rindu yang tertinggal
Terbuaiku dalam perih rasa, yang harusnya tertanggal
Tak lelahku coba nikmati setiap hela nafas ini
Dalam setiap gulir waktu harus terlewati
Dalam setiap jengkal langkah yang harus tertapaki
Tanpamu, Tanpa aroma tubuhmu disini
Di ruang persinggahan rindu
Yang baru sebentar saja kau singgahi
Lalu pergi lagi…. dan belum sempat kembali…
***
Pada rindu yang tertinggal
Tautan rasa dalam jiwa tak pernah letih mengeja
Setiap perpaduan rindu yang bertalian mesra
Meski pedih tak pernah lelah menyerta
Pun tak pernah luput, perih yang bersanding rindu
Namun, rindu tiada jemu, selalu hadir manis merayu
Menawarkan berjuta senyum bahagia
Dalam balutan prahara pun dahaga jiwa
***
Pada rindu yang tertinggal
Kiranya indah rasa tak pernah pudar
Hingga kita kembali bersua
Diruang singgah rindu kita dalam relung jiwa
Bening Fajar Oleh Nandar Dinata
BENING FAJAR
Oleh Nandar Dinata
Fajar kini telah meyingsing
Melambai lembut menyambut tepi pagi
Bersama derap sang malam beranjak undur diri
Masihku terpaku dalam hening
Mengeja segela rasa dalam relung hati
***
Dinginnya sang fajar menghentakku
Sesaat mendekap rapat dalam dingin
Menjalar ke sekujur tubuhku
Menyasar setiap sendi kalbu
Dalam terpaan hembusan angin
***
Heningku kian tak berujung
Berkisah tentang rindu tiada terbendung
Dingin yang hinggap pun kian menjalari
Namun, alam khayalku lantang mendayung
Terlintas bayangmu menggoda hati
Oleh Nandar Dinata
Fajar kini telah meyingsing
Melambai lembut menyambut tepi pagi
Bersama derap sang malam beranjak undur diri
Masihku terpaku dalam hening
Mengeja segela rasa dalam relung hati
***
Dinginnya sang fajar menghentakku
Sesaat mendekap rapat dalam dingin
Menjalar ke sekujur tubuhku
Menyasar setiap sendi kalbu
Dalam terpaan hembusan angin
***
Heningku kian tak berujung
Berkisah tentang rindu tiada terbendung
Dingin yang hinggap pun kian menjalari
Namun, alam khayalku lantang mendayung
Terlintas bayangmu menggoda hati
Langganan:
Postingan (Atom)